Reaksioksidasi-reduksi adalah jenis reaksi kimia yang menyebabkan perubahan (yang dapat dikurangi atau ditambahkan) dalam bilangan oksidasi suatu molekul atau unsur yang juga menyebabkan perubahan senyawa oksigen dalam molekul. Di antara reaksi-reaksi di bawah ini yang merupakan reaksi redoks adalah . CuO + 2HCl → CuCl 2 + H 2 O; CuO
E2wQ4. Fisik dan Analisis Kelas 10 SMAReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaKonsep Reaksi Reduksi dan OksidasiDi antara reaksi-reaksi di bawah ini yang merupakan reaksi redoks adalah ....A. CuO+2HCl -> CuCl2+H2O B. CuO+H2 -> Cu+H2O C. NaOH+Ag^+ -> AgOH+Na^+ D. Fe2O3+3H2SO4 -> Fe2SO43+H2OE. ZnO+2HCl -> ZnCl2+H2OKonsep Reaksi Reduksi dan OksidasiReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaKimia Fisik dan AnalisisKimiaRekomendasi video solusi lainnya0525Reaksi berikut yang merupakan reaksi redoks adalah ....A....0329Dalam reaksi2KClO3 s+3S s->2KCl s+3SO2 gyang ber...0254Oksidator dan reduktor pada reaksi redoksCr2O7^2-+6 Fe...Teks videoHalo coveran diantara reaksi-reaksi dibawah ini yang merupakan reaksi redoks adalah reaksi redoks yaitu reduksi oksidasi dimana reduksi adalah penurunan biloks oksidasi adalah kenaikan biloks biloks adalah bilangan oksidasi dimana aturan umum bilangan oksidasinya sebagai berikut. Selanjutnya kita mencari biloksnya dan menentukan yang mana yang mengalami reduksi dan oksidasi untuk reaksi yang a kita cari terlebih dahulu H2O nya ternyata oh biloksnya adalah min 2 dapat dilihat di aturan nomor 6. Selanjutnya untuk jumlah biloks S dalam senyawa sama dengan nol maka hanya + 2 dibagi dua yaitu + 1 maka biloks H 81 untuk cucl2 adalah min 1 dapat dilihat di aturan nomor 4 karena ada 2 cm maka dikali 2 jadi min 2 jumlahnya harus sama dengan nol maka c + 2 untuk Biloks CL min 1 biloks H + 1 koefisien tidak mempengaruhi biloks selanjutnya untuk cuo y min 2 c + 2 kita dapat melihat ternyata tidak ada perubahan bilangan oksidasi dimana juga + 2 hanya + 1 dan CL min 2 untuk juga tetap min 2 maka a bukan redoks selanjutnya yang B kita cari dulu biloks H2O Nyonya min 2 ingat jumlah biloks adalah 0 maka hanya + 2 / 2 adalah + 1 dan untuk dapat dilihat biloksnya dengan aturan nomor 1. Bila unsur bebas sama dengan nol maka c 10 H 2 juga 0 untuk cuo2 cucunya + 2 dapat dilihat ternyata ada perubahan bilangan oksidasi dimana Mengalami penurunan dari + 20 maka c mengalami reduksi dan untuk H2 data mengalami kenaikan dari 0 ke + 1 maka H 2 mengalami oksidasi maka untuk reaksi yang B adalah reaksi redoks maka jawaban dari soal ini adalah yang B selanjutnya kita lihat reaksi yang lainnya untuk reaksi yang c biloks n a plus dapat dilihat di aturan nomor dua yaitu sama dengan muatannya maka N A + 1 untuk a g o h biloks hanya + 1 AG + 1 maka A min 2 untuk biloks AG + dengan aturan nomor dua yaitu sama dengan muatannya maka 1 untuk n NaOH hanya + 1 N + 1 dan C min 2 maka dapat dilihat dalam reaksi ini tidak terdapat perubahan bilangan oksidasi maka yang bukan redoks selanjutnya untuk reaksi yang D untuk biloks H2O adalah min 2 hanya + 1 untuk fe2 so4 3 kali adalah min 2 namun lihat Oh terdapat 12 yaitu dari 4 x 3 maka 12 x min 2 adalah Min 24 dan untuk biloks Fe kita lihat di situ vennya ternyata jika Dion isasi kan muatan adalah + 3 maka FX biloksnya + 3 dikali 2 maka a + 6 jumlah biloks harus sama dengan nol jika tidak ada muatan maka luasnya adalah +18 ingat esnya terdapat 3 maka 18 / 3 adalah + 6 selanjutnya untuk biloks H2 so4 hanya + 1 s nya yaitu + 6 koefisien tidak mempengaruhi biloks selanjutnya fe2 O3 Onya min 2 v nya + 6 / 2 yaitu plastik ternyata tidak terdapat perubahan bilangan oksidasi maka yang D juga bukan reaksi redoks selanjutnya untuk reaksi yang kita cari terlebih dahulu H2O Nyonya min 2 hanya + 1 untuk CL nya min 1 z n nya maka + 2 untuk HCL selnya min 1 hanya + 1 yang tidak mempengaruhi redoks 2 ZN + 2 dapat dilihat tidak ada perubahan bilangan oksidasi maka eh juga bukan reaksi redoks maka dapat disimpulkan yang merupakan reaksi redoks adalah yang B Oke sampai jumpa di Pertanyaan selanjutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul
Quipperian! Sedang belajar Kimia tentang Reaksi Redoks dan sering menemui kendala? Pasti kalian sedang mengalami salah pengertian. Kenapa? Karena, Reaksi redoks bisa dikatakan reaksi yang melibatkan oksidasi dan reduksi. Sebenarnya redoks itu reduksi dan oksidasi atau oksidasi dan reduksi? Agar tidak salah paham, redoks adalah oksidasi dan reduksi. Nah, jangan sampai tertukar pengertian ya! Dampaknya kalian akan sering salah pada step berikutnya. Jadi, yuk belajar lebih lengkap tentang Reaksi Redoks. Pengertian Reaksi Redoks Redoks adalah istilah yang menjelaskan perubahan bilangan oksidasi dalam sebuah reaksi kimia. Nah, lebih lanjut, hal ini dapat berupa reaksi redoks sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbon dioksida CO2, atau reduksi karbon oleh hidrogen sehingga menghasilkan metana CH4, ataupun dapat berupa proses kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui transfer elektron. Jenis atau Pengertian Oksidasi dan Reduksi Dalam redoks ada istilah oksidasi dan reduksi. Apa pengertian dari kedua istilah tersebut? Oksidasi menjelaskan pelepasan elektron dari sebuah molekul, atom, atau ion. Reduksi menjelaskan penambahan elektron dari sebuah molekul, atom, atau ion. Nah, itu adalah pengertian paling sederhana. Berikut di bawah pengertian yang lebih lanjut Oksidasi adalah peningkatan bilangan oksidasi. Reduksi adalah penurunan bilangan oksidasi. Pengertian Oksidator dan Reduktor Oksidator adalah senyawa yang memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa lain atau biasa dikenal senyawa menerima elektron. Oksidator adalah senyawa yang memiliki unsur dengan bilangan oksidasi tinggi seperti. H2O2, MnO4–, CrO3, Cr2O72-, OsO4, atau senyawa yang sangat elektronegatif. Redutor adalah senyawa yang memiliki kemampuan mereduksi senyawa lain atau biasa dikenal senyawa mendonorkan elektron. Senyawa yang berupa reduktor bisa pada unsur logam seperti Li, Na, Mg, Fe, Zn, dan Al. Jenis reduktor lainnya yaitu reagen transfer hibrida, misalnya NaBH4 da LiAH4. SBMPTN Kimia Susah Ditaklukkan? Siap-Siap Jadi Masternya! Contoh Reaksi Redoks Salah satu contoh dari reaksi redoks adalah reaksi antara hidrogen dan fluorin. H2 + F2 → 2HF Maka, kita dapat menulis keseluruhan reaksi menjadi dua setengah reaksi. Reaksi oksidasi H2 → 2H+ + 2e– Reaksi reduksi F2 + 2e– → 2F– Mari kita analisa masing-masing setengah reaksi. Pada unsur hidrogen, hidrogen teroksidasi dari bilangan oksidasi 0 menjadi +1, sedangkan fluorin tereduksi dari bilangan oksidasi 0 menjadi -1. Ketika reaksi tersebut digabungkan maka akan menjadi Dan ion-ion bergabung membentuk hidrogen fluorida. H2 + F2 → 2H+ + 2F– → 2HF Reaksi Pergantian Redoks terjadi pada reaksi pergantian tunggal atau bisa disebut reaksi substitusi. Komponen redoks dalam reaksi ini adalah pada perubahan keadaan oksidasi muatan pada atom-atom tertentu, bukan pada pergantian atom senyawanya. Sebagai contoh pada larutan besi dan tembagaII sulfat. Fe + CuSO4 → FeSO4 + Cu Persamaan ion dari reaksi tersebut. Fe + Cu2+ → Fe2+ + Cu Maka terlihat bahwa besi tereduksi Fe → Fe2+ + 2e– Dan tembaga juga tereduksi Cu2+ + 2e– → Cu Reaksi Redoks dalam Bidang Industri dan Biologi Nah Quipperian! Reaksi redoks bisa ditemukan dalam bidang industri. Letaknya pada pereduksi bijih logam untuk menghasilkan logam. Oksidasi digunakan dalam industri seperti produksi produk pembersih. Berbeda dengan Biologi, reaksi ini biasanya berlangsung secara simultan, karena sel sebagai tempat berlangsungnya reaksi biokimia, melangsungkan semua fungsi hidup. Biokimia mendorong terjadinya oksidasi terhadap substansi berguna dikenal dalam ilmu pangan dan kesehatan sebagai oksidan zat untuk mencegah aktivitas oksidan disebut antioksidan. Pada pemaparan sel juga terjadi, contohnya pada glukosa C6H12O6 menjadi CO2 dan reduksi oksigen menjadi air. Berikut persamaan reaksinya. C6H12O6 + 6 O2 → 6CO2 + 6 H2o Proses pernapasan sel sangat bergantung pada reduksi NaD+ menjadi NADH dan reaksi balik juga oksidasi NADH menjadi NAD+. Fotosintesis secara esensial merupakan kebalikan dari reaksi redoks pada pernapasan sel seperti reaksi berikut. 6 CO2 + 6 H2O + sinar matahari → C6H12O6 + 6 O2 Yuk, Pelajari 5 Contoh Soal Pelajaran Kimia SMA Kelas 12 Materi Makromolekul dan Pembahasannya Ini! Sudah cukup mengerti, kan? Semoga berguna ya untuk modal kalian belajar Kimia! Penulis Sritopia
Soal No. 1Soal No. 2Soal No. 3Soal No. 4Soal No. 5Soal No. 6Soal No. 7Soal No. 8Soal No. 9Soal No. 10Soal No. 11Soal No. 12Soal No. 13Soal No. 14Soal No. 15Soal No. 16Soal No. 17Soal No. 18Soal No. 19Soal No. 20Soal No. 21Soal No. 22Soal No. 23Soal No. 24Soal No. 25Soal No. 26Soal No. 27Soal No. 28Soal No. 29Soal No. 30Soal No. 31Soal No. 32Soal No. 33Soal No. 34Soal No. 35Soal No. 36Soal No. 37Soal No. 38Soal No. 39Soal No. 40Soal No. 41Soal No. 42Soal No. 43Soal No. 44Soal No. 45Soal No. 46Soal No. 47Soal No. 48Soal No. 49Soal No. 50Soal No. 51Untuk lebih meningkatkan pemahamanmu mengenai materi reaksi redoks, pelajarilah soal redoks pilihan ganda dan pembahasannya berikut No. 1Di antara reaksi-reaksi di bawah ini yang merupakan reaksi redoks adalah ….A. CuO + 2HCl → CuCl2 + H2OB. CuO + H2 → Cu + H2OC. NaOH + Ag+ → AgOH + Na+D. Fe2O3 + 3H2SO4 → Fe2SO43 + H2OE. ZnO + 2HCl → ZnCl2 + H2OJawaban BPembahasanSoal No. 2Bilangan oksidasi atom S yang paling tinggi terdapat pada ….A. SO2B. S2O32-C. S4O62-D. SO42-E. H2SJawaban DPembahasanA. SO2SO2 = biloks S + 2 biloks O0 = S + 2 x -20 = S – 4S = +4B. S2O32-S2O32- = 2biloks S + 3biloks O-2 = 2 x S + 3 x -2-2 = 2S – 62S = +4S = 4/2 = +2C. S4O62-S4O62- = 4biloks S + 6biloks O-2 = 4 x S + 6 x -2-2 = 4S – 124S = +10S = 10/4 = +2,5D. SO42-SO42- = biloks S + 4biloks O-2 = S + 4 x -2-2 = S – 8S = 8 – 2 = +6E. H2SH2S = 2biloks H + biloks S0 = 2 x 1 + S0 = 2 + SS = -2Soal No. 3Bilangan oksidasi I di dalam ion IO3– adalah ….A. +5B. +3C. +1D. -1E. -5Jawaban APembahasanIO3– = biloks I + 3biloks O-1 = I + 3 x -2-1 = I – 6I = 6 -1 = +5Soal No. 4Bilangan oksidasi atom Cr yang sama dengan bilangan oksidasi atom Mn yang terdapat pada senyawa MnO42- adalah ….A. CrOB. CrCl3C. Cr2O72–D. Cr2SO43E. CrNO32Jawaban CPembahasanKita cari dulu biloks = biloks Mn + 4biloks O-2 = Mn + 4 x -2-2 = Mn – 8Mn = 8 – 2 = +6Jadi biloks Mn adalah +6. Maka kita cari biloks Cr yang nilainya +6 CrOCrO = biloks Cr + biloks O0 = Cr + -20 = Cr – 2Cr = +2B. CrCl3CrCl3 = biloks Cr + 3biloks Cl0 = Cr + 3 x -10 = Cr – 3Cr = +3C. Cr2O72–Cr2O72– = 2biloks Cr + 7biloks O-2 = 2 x Cr + 7 x -2-2 = 2Cr – 142Cr = 14 – 2Cr = 12/2 = +6D. Cr2SO43Cr2SO43 = 2biloks Cr + 3biloks SO42–0 = 2Cr + 3 x -20 = 2Cr – 6Cr = 6/2 = +3E. CrNO32CrNO32 = biloks Cr + 2biloks NO3–0 = Cr + 2 x -10 = Cr – 2Cr = +2Soal No. 5Bilangan oksidasi tertinggi atom mangan terdapat pada ….A. MnOB. MnO2C. MnSO4D. KMnO4E. K2MnO4Jawaban DPembahasanA. MnOMnO = biloks Mn + biloks O0 = Mn + -2Mn = +2B. MnO2MnO2 = biloks Mn + 2biloks O0 = Mn + 2 -20 = Mn – 4Mn = +4C. MnSO4MnSO4 = biloks Mn + biloks S + 4biloks O0 = Mn + 6 + 4 x -20 = Mn + 6 – 8Mn = +2D. KMnO4KMnO4 = biloks K + biloks Mn + 4biloks O0 = 1 + Mn + 4 x -20 = 1 + Mn – 8Mn = +7E. K2MnO4K2MnO4 = 2biloks K + biloks Mn + 4biloks O0 = 2 x 1 + Mn + 4 x -20 = 2 + Mn – 8Mn = +6Soal No. 6Pada reaksi redoksMnO2 + 4HCl → MnCl + 2H2O + 2Cl2Bilangan oksidasi Mn mengalami perubahan dari ….A. +4 menjadi +2B. +4 menjadi +1C. +2 menjadi +4D. +2 menjadi +1E. +2 menjadi +4Jawaban APembahasanSoal No. 7Nama dari senyawa SnO2 yang paling tepat adalah ….A. Seng IV oksidaB. Seng II oksidaC. Timah IV oksidaD. Timah II oksidaE. Timbal IV oksidaJawaban CPembahasanSn adalah timah dengan bilangan oksidasi +4 maka diberi nama Timah IV. Sedangkan O adalah oksigen maka diberi nama oksigen dengan akhiran -ida sehingga menajdi oksida. Jadi nama yang tepat untuk SnO2 adalah Timah IV No. 8Di antara senyawa berikut yang atom hidrogennya mempunyai bilangan oksidasi -1 adalah ….A. H2OB. FeOH3C. AlH3D. H2SE. MgOH2Jawaban CPembahasanA. H2OH2O = 2biloks H + biloks O0 = 2H + -20 = 2H – 2H = 2/2 = +1B. FeOH3FeOH3 = biloks Fe + 3biloks O + 3biloks H0 = 3 + 3 x -2 + 3H0 = 3 – 6 + 3HH = 3/3 = +1C. AlH3AlH3 = biloks Al + 3biloks H0 = 3 + 3H3H = -3H = -3/3 = -1D. H2SH2S = 2biloks H + biloks S0 = 2H – 2H = 2/2 = +1E. MgOH2MgOH2 = biloks Mg + 2bilok O + 2biloks H0 = 2 + 2 x -2 + 2H0 = 2 – 4 + 2H2H = 2H = 2/2 = +1Soal No. 9Rumus kimia dari besi III sulfat adalah ….A BiSO4B. Bi2SO43C. FeSO4D. Fe3SO42E. Fe2SO43Jawaban EPembahasanBesi III = Fe3+sulfat = SO42-Jadi, besi III sulfat adalah Fe2SO4 No. 10Dalam reaksiI2 + 6OH– → I– + IO3– + 3H2Obilangan oksidasi I berubah dari …A. 0 menjadi +5 dan -1B. 0 menjadi +4 dan -1C. 0 menjadi +3 dan -1D. +1 menjadi -5 dan -1E. -1 menjadi +5 dan +1Jawaban APembahasan Pages 1 2 3 4